Selamat datang di Perpustakaan IAIN Salatiga
TELAAH KEABSAHAN HADIS TENTANG أَبْغَضُ الْحَلاَ لِ إِ لَي اللهِ الطَّلاَقِ (Perbuatan Halal Yang Dibenci Allah Adalah Talak)
Tahun 2013
Penulis ANIF LATIFAH
Pembimbing Dr. Adang Kuswaya, M.Ag.
Subyek AHWAL AL SYAKHSIYYAH
Download File fulltext : []
abstraksi : []
Abstrak
Kata Kunci : Takhrij Hadis, Hadis tentang Talak Skripsi ini membahas tentang hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang keabsahan atau ke-shahihan hadis tentang perkara halal yang dibenci Allah adalah talak. Ketertarikan penulis bermula manakala penulis mendapati bahwa hadis tentang makruhnya talak tersebut adalah yang dinilai hadis dhoif oleh Ibnu Jauzi dalam bukunya yang berjudul Al-Ilal Al-Muntahiyah. Penulis merasa tertarik untuk meneliti karena hadis ini adalah hadis yang popular dan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Abu Daud. Bisa kita bayangkan jika memang benar hadis popular ini ternyata hadis dhoif maka tentu akan berdampak pada ketetapan hukum mengenai cerai / talak. Dikarenakan kajian ini merupakan tentang studi takhrij hadis, maka peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut: menentukan dalil yang digunakan sebagai dalil, mencari hadis tersebut di dalam Ensiklopedi hadis yaitu Mu’jam mufahrus li al-fadh al-hadist (An-Nabawi) karya A. J Wensink dan diterjemahkan ke Bahasa Arab oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, petunjuk yang didapat selanjutnya dicari dalam kitab hadis, penulis menulis hadis lengkap dengan sand dan matan, setelah itu penulis membuat bagan sanad, penulis lalu meneliti dan menelaah sanad hadis dengan kitab Tahdzib al-Tahdzib untuk mengetahui apakah sanadnya muttasil atau munqati’, setelah itu penulis menelaah matan hadis untuk mengetahui adakah persamaan dan perbedaan dalam penulisan matan hadis. Dari hasil penelitian ini penulis mendapati bahwa hadis tentang makruhnya talak tersebut bukan merupakan hadis dhoif, dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, penulis mendapati bahwa hadis ini dibawakan / diriwayatkan oleh dua jalur, yaitu Ibnu Majah dan Abu Daud. Dari segi periwayatan jalur Ibnu majah ini Muttasil. Sedangkan jalur Abu Daud sanadnya termasuk Mursal Shahabi karen tidak mencantumkan nama sahabat namun langsung kepada nabi. Dari segi kualitas penulis mendapati bahwa hadis ini merupakan hadis hasan.

Pilih Jenis Non-Digital Digital
 
Username
Password
Daftar